Ruang Lingkup & Fungsi dari Bank
By : reitza haikalPengertian Bank
Pengertian Bank adalah sebuah lembaga
intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima
simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal
sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti
tempat penukaran uang. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10
November 1998 tentang Perbankan, yang
dimaksud dengan bank adalah “badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak”.
Industri
perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.
Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini,
bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat
mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.
Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang keuangan, artinya
aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.
Ruang
Lingkup Bank
Ruang lingkup
laporan dan pelayanan bank (jenis-jenis laporan bank)
1). Laporan
harian umum dan pelayanan bank (LHBU) adalah Laporan Bank Indonesia yang
digunakan untuk memantau pasar uang dan kondisi keuangan perbankkan secara
berkesinambungan.
2). Laporan
Berkala Bank Umum Konvensional Laporan Berkala ini merupakan laporan data yang
sifatnya kualitatif. Laporan disusun dalam formulir yang telah disediakan
sebanyak 12 jenis formulir dan dilakukan secara berkala dalam periode mingguan,
bulanan dan triwulan tergantung jenis laporan.
3). Laporan
bulanan bank umum laporan bank umum (LBU) yang harus disediakan antara
lain:
§ Neraca laba rugi dan komitmen kontijensi,
§ Transaksi valas dan derivatif,
§ Kualitas aktiva produktif,
§ Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum,
§ Aktiva tertimbang menurut resiko,
§ Perhitungan ratio keuangan dan modal.
Jenis
Bank
1). Bank Umum
adalah Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam
bentuk giro dan deposito dalam usahanya terutama dalam memberikan kredit jangka
pendek.
2). Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
3). Bank Sentral, merupakan bank yang mengatur
berbagai kegiatan yang berkaitan dengan
dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu
negara. Disetiap negara hanya ada satu bank sentral yang dibantu oleh
cabang-cabangnya.
Indonesia memiliki Bank Sentral yaitu Bank
Indonesia yang merupakan bank yang dapat membuat uang kartal baik dalam bentuk
kertas atupun logam. Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagai Bank Sentral
Indonesia yaitu :
- Mengatur peredaran uang di Indonesia ( Bank Sirkulasi )
- Sebagai tempat penyimpanan terakhir (Lender of the last resort )
- Mengatur perbankan Indonesia ( Bank to Bank )
- Mengatur perkreditan
- Menjaga stabilitas mata uang
- Mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah, dll
Fungsi dan Peranan Bank
Fungsi Pokok Bank sebagai lembaga perantara keuangan memberikan
jasa - jasa keuangan baik kepada pihak yang membutuhkan dana dan pihak
yang memiliki dana bank-bank
melakukan beberapa fungsi dasar sementara tetap menjalankan
kegiatanrutinnya di bidang keuangan. Fungsi dasar dan bank dapat dilihat
dan keterangan berikut. Bank memiliki fungsi pokok sebagai berikut (
Dahlan Siamat 2001 : 88)
·
Menyediakan
mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi.
·
Menciptakan
uang.
·
Menghimpun
dana dan menyalurkan kepada masyarakat.
·
Menawarkan
jasa-jasa dan keuangan lain.
·
Menyediakan
fasilitas untuk perdagangan internasional.
·
Menyediakan
pelayanan penyimpanan untuk barang-barang berharga.
·
Menyediakan
jasa-jasa pengelolaan dana.
Berdasarkan UU
No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah:
a. Sebagai
tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan
dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.
Fungsi
tersebut merupakan fungsi utama bank.
b. Sebagai
penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang
membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.
Laporan Keuangan
Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang
dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan
keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang
lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Jenis – Jenis Laporan Keuangan
1. Laporan Laba Rugi yaitu laporan
keuangan yang memberikan informasi tentang hasil kegiatan operasi perusahaan
(laba atau rugi) selama satu kurun waktu (periode) tertentu.
2. Laporan Ekuitas yaitu laporan
keuangan yang memberikan informasi tentang perubahan ekuitas pemilik atau modal
selama kurun waktu (periode) tertentu.
3. Neraca yaitu laporan keuangan
yang memberkan informasi tentang aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada
saat (tanggal) tertentu.
4. Laporan Arus Kas yaitu laporan
keuangan yang memberikan informasi tentang penerimaan dan pembayaran kas
perusahaan selama kurun waktu (periode) tertentu.
5. Catatan atas Laporan Keuangan yaitu
berupa informasi baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan yang bertujuan
untuk memberikan penjelasan tentang kebijakan kebijakan akuntansi yang
digunakan oleh perusahaan, rincian pos pos laporan keuangan, penjelasan
kontrak-kontrak utang perusahaan dan lain-lain.
Fungsi dari Laporan Keuangan
- Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam membuat keputusan lain yg sejenis secara rasional.
- Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yg akan datang yg berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.
- Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.
- Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu utk membantu menaksir prospek perusahaan.
Beberapa Contoh Laporan Keuangan:
1.Neraca
2.Laporan Rugi Laba
3.Laporan Kualitas Aktiva
4.Laporan Komitmen dan Kontigensi
Artikel Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Jawab Bank Indonesia/Centra
By : reitza haikalTema: "Artikel Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Jawab Bank Indonesia/Central!"
NPM GANJIL: 34110785
1. Jelaskan Fungsi dari Bank Indonesia / Bank Central , baik dalam segi:
-Fungsi dalam lembaga keuangan
-Fungsi dalam bidang moneter
-Cara mencari Laporan keuangan dalam bank Indonesia / Bank Central!
2. Jelaskan tentang:
-Pengertian ruang lingkup Bank Indonesia/Bank Central
-Fungsi lembaga keuangan bukan bank.
3.Buatlah Contoh laporan keuangan minimal dalam bentuk:
-Neraca!
-Laporan rugi laba misalnya pada perusahaan asuransi!
Jawab:
1.
*Fungsi Bank dalam lembaga keuangan:
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu.Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
*Dalam Bidang Moneter:
1. Memberikan pinjaman kepada pemerintah,
2. Menarik uang tentara pendudukan Jepang untuk diganti dengan ORI (Oeang
Repoeblik Indonesia),
3. Menyediakan fasilitas kredit untuk, perusahaan-perusahaan industri dan perdagangan yang beroperasi di daerah kekuasaan pemerintah RI,
4. Membantu pembiayaan misi-misi pemerintah ke luar negeri.
*Cara Mencari Laporan Keuangan:
Laporan keuangan pada Bank dapat di cari di BEJ atau IDX
Situsnya:
http://www.idx.co.id/
atau langsung ke Laporan Keuangannya BEJ
Situsnya:
http://202.155.2.90/ Corporate_Actions/
dan situs lainnya.
2.
Ruang lingkup laporan dan pelayanan bank (jenis-jenis laporan bank)
1. laporan harian bank umum dan pelayanan bank ( LHBU )
adalah Laporan Bank Indonesia yang digunakan untuk memantau pasar uang dan kondisi keuangan perbankan secara berkesinambungan.
2. Laporan Berkala Bank Umum Konvensional
Laporan Berkala ini merupakan laporan data yang sifatnya kualitatif. Laporan disusun dalam formulir yang telah disediakan sebanyak 12 jenis formulir dan dilakukan secara berkala dalam periode mingguan, bulanan dan triwulan tergantung jenis laporan
3. laporan bulanan bank umum laporan bank umum ( LBU )
yang harus disediakan antara lain :
- Neraca laba rugi dan komitmen kontijensi,
- Transaksi valas dan derivatif,
- Kualitas aktiva produktif,
- Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum,
- Aktiva Tertimbang Menurut Resiko,
- Perhitungan rasio keuangan dan modal.
4. Lapuran lalu lintas devisa LLD adalah kegiatan yang menimbulkan perpindahan aset dan kewajiban finansial antara penduduk(residen) dan bukan penduduk(non residen) termasuk perpindahan aset dan kewajiban finansial luar negri.
5. Laporan kantor pusat bank umum.
*Fungsi lembaga keuangan bukan bank:
1. Memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat yang berpendapatan rendah, agar mereka tidak terjerat rentenir atau pelepasan uang.
2.Membiayai pembangunan industri dan memperlancar pembangunan ekonomi lewat pembangunan pasar uang dan pasar modal.
3.
*Laporan Neraca Keuangan salah satu Bank Sentral:
*Laporan Rugi Laba salah satu perusahaan Asuransi:
Terima Kasih.
Sumber:
www.google.com/akuntansi/bank negara
www.google.com/bank sentral indonesia
dan lain lain.. :)
NPM GANJIL: 34110785
1. Jelaskan Fungsi dari Bank Indonesia / Bank Central , baik dalam segi:
-Fungsi dalam lembaga keuangan
-Fungsi dalam bidang moneter
-Cara mencari Laporan keuangan dalam bank Indonesia / Bank Central!
2. Jelaskan tentang:
-Pengertian ruang lingkup Bank Indonesia/Bank Central
-Fungsi lembaga keuangan bukan bank.
3.Buatlah Contoh laporan keuangan minimal dalam bentuk:
-Neraca!
-Laporan rugi laba misalnya pada perusahaan asuransi!
Jawab:
1.
*Fungsi Bank dalam lembaga keuangan:
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu.Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
*Dalam Bidang Moneter:
1. Memberikan pinjaman kepada pemerintah,
2. Menarik uang tentara pendudukan Jepang untuk diganti dengan ORI (Oeang
Repoeblik Indonesia),
3. Menyediakan fasilitas kredit untuk, perusahaan-perusahaan industri dan perdagangan yang beroperasi di daerah kekuasaan pemerintah RI,
4. Membantu pembiayaan misi-misi pemerintah ke luar negeri.
*Cara Mencari Laporan Keuangan:
Laporan keuangan pada Bank dapat di cari di BEJ atau IDX
Situsnya:
http://www.idx.co.id/
atau langsung ke Laporan Keuangannya BEJ
Situsnya:
http://202.155.2.90/
dan situs lainnya.
2.
Ruang lingkup laporan dan pelayanan bank (jenis-jenis laporan bank)
1. laporan harian bank umum dan pelayanan bank ( LHBU )
adalah Laporan Bank Indonesia yang digunakan untuk memantau pasar uang dan kondisi keuangan perbankan secara berkesinambungan.
2. Laporan Berkala Bank Umum Konvensional
Laporan Berkala ini merupakan laporan data yang sifatnya kualitatif. Laporan disusun dalam formulir yang telah disediakan sebanyak 12 jenis formulir dan dilakukan secara berkala dalam periode mingguan, bulanan dan triwulan tergantung jenis laporan
3. laporan bulanan bank umum laporan bank umum ( LBU )
yang harus disediakan antara lain :
- Neraca laba rugi dan komitmen kontijensi,
- Transaksi valas dan derivatif,
- Kualitas aktiva produktif,
- Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum,
- Aktiva Tertimbang Menurut Resiko,
- Perhitungan rasio keuangan dan modal.
4. Lapuran lalu lintas devisa LLD adalah kegiatan yang menimbulkan perpindahan aset dan kewajiban finansial antara penduduk(residen) dan bukan penduduk(non residen) termasuk perpindahan aset dan kewajiban finansial luar negri.
5. Laporan kantor pusat bank umum.
*Fungsi lembaga keuangan bukan bank:
1. Memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat yang berpendapatan rendah, agar mereka tidak terjerat rentenir atau pelepasan uang.
2.Membiayai pembangunan industri dan memperlancar pembangunan ekonomi lewat pembangunan pasar uang dan pasar modal.
3.
*Laporan Neraca Keuangan salah satu Bank Sentral:*Laporan Rugi Laba salah satu perusahaan Asuransi:
Terima Kasih.
Sumber:
www.google.com/akuntansi/bank negara
www.google.com/bank sentral indonesia
dan lain lain.. :)
Siklus Produksi & Keuangan
By : reitza haikal1. Jelaskan aktivitas Bisnis & Batasan Aplikasi Siklus Produksi Keuangan !
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan
kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan
menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai
pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Empat aktivitas dasar bisnis dalam siklus pendapatan,yaitu :
Entri pesanan penjualan,mencakup :
Mengambil pesanan dari pelanggan.
Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan.
Memeriksa ketersediaan persediaan.
Pengiriman,mencakup :
Mengambil dan mengepak pesanan.
Mengirim pesanan tersebut.
Penagihan dan piutang usaha,mencakup :
Penagihan ke para pelanggan.
Memelihara data piutang usaha.
Penagihan kas,mencakup :
Menangani kiriman uang pelanggan.
Menyimpannya ke bank.
2. Jelaskan Prosedur Siklus Produksi & Keuangan !
Siklus Produksi
adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait
yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Siklus hidup produk manajemen (atau PLCM) adalah suksesi strategi yang digunakan oleh manajemen bisnis sebagai produk berjalan melalui siklus hidup-nya. Kondisi di mana suatu produk dijual (iklan, saturasi) perubahan dari waktu ke waktu dan harus dikelola sebagai bergerak melalui tahap suksesi nya.
Siklus hidup produk manajemen (atau PLCM) adalah suksesi strategi yang digunakan oleh manajemen bisnis sebagai produk berjalan melalui siklus hidup-nya. Kondisi di mana suatu produk dijual (iklan, saturasi) perubahan dari waktu ke waktu dan harus dikelola sebagai bergerak melalui tahap suksesi nya.
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
- Perancangan Produk
- Perencanaan dan Penjadwalan
- Operasi Produksi
- Akuntansi Biaya
Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
- Sistem pemilikan.
- Sistem catatan jurnal.
- Sistem pelaporan keuangan

http://nunufitriani.blogspot.com/2011/11/tugas-ke-2-sofskill-sistem.html
http://gomgomrevolution.blogspot.com/2012/10/aplikasi-aplikasi-siklus-produksi-dan_393.html
Pembuatan Model Data & Desain Database
By : reitza haikalPembuatan Model Data & Desain Database
1. Jelaskan ruang lingkup dan proses desain database !
Sistem Ruang Lingkup Aplikasi Database
1. Pendefinisian Sistem
ð Pendefinisian dari ruang lingkup system database,
pemakainya dan aplikasinya
2. Perancangan Database
ð Perancangan model konseptual database
ð Perancangan model logika database
ð Perancangan fisik database
3. Implementasi
ð Pembuatan file database
ð Penerapan aplikasi perangkat lunak
4. Pengisian dan konversi data (loading)
ð Pengisian data ke dalam database
ð Pengkonversian data dari file lama ke file baru
5. Konversi Aplikasi
ð Aplikasi Software dari system lama ke system baru
6. Testing dan Validasi
ð Sistem baru di tes dan di validasi
7. Operasi
ð Pengoperasian system database dan aplikasinya
8. Monitoring dan Pemeliharaan
ð Pengontrolan dan pemeliharaan
Perancangan Database
Perancangan database akan mendukung
pengoperasian-pengoperasian dan tujuan dari organisasi
Tujuan Perancangan Database
Ø Untuk menyajikan data dan hubungan antar data yang
diperlukan oleh pemakai dan aplikasi
Ø Untuk mempermudah pemahaman informasi
Ø Untuk melengkapi model data yang mendukung
transaksi-transaksi yang diperlukan
Ø Untuk mendukung proses permintaan dan performance seperti
waktu respon, waktu proses dan tempat penyimpanan
Fase-fase dari proses Perancangan Database
1.
Pengumpulan dan analisis permintaan
2.
Perancangan model konseptual database
3.
Pemilihan DBMS
4.
Perancangan model logical database
5.
Perancangan fisik database
6.
Implementasi database
Fase-1. Pengumpulan dan analisis Permintaan-permintaan
Fase ini meliputi pengumpulan dan analisis permintaan
dari para pemakai maupun area aplikasi.
Aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam fase ini:
ð Mengidentifikasikan kelompok dari pemakai dan area
aplikasi
ð Mempelajari dokumen-dokumen yang ada
(bentuk-bentuk formulir, laporan,
aturan-aturan)
ð Menganalisis lingkungan operasional dan pemrosesan
permintaan
ð Mengadakan questioner dan interview
Fase-2. Perancangan Model Konseptual Database
ð Fase ini meliputi penyajian data dan hubungan-hubungannya
yang disimpan dalam database
ð Model data ini terpisah dari detail implementasi seperti
DBMS yang digunakan, program aplikasi dan perangkat kerasnya.
Pada fase ini dilakukan 2 aktifitas:
a * Perancangan skema konseptual
Aktifitas- aktifitas yang dilakukan:
ð Mengidentifikasi tipe entity, atribut-atributnya serta
keterhubungan antar entity
ð Menentukan key dari atribut-atribut tersebut
ð Menentukan cardinaliti ratio dan participation constraint
ð Bila diperlukan ditambahkan spesialisasi atau
generalisasi
Terdapat 2 macam pendekatan:
1.
Perancangan skema
tersentralisasi
ð Semua permintaan user dan aplikasi dirancang menjadi satu
kesatuan. Autorisasi tersentralisasi oleh DBA.
ð DBA bertanggungjawab penuh dalam perancangan
ð Diperlukan perancang database yang ahli dan memahami
permintaan-permintaan untuk setiap pemakai
2.
Perancangan skema integrasi
ð Setiap kelompok pemakai dapat merancang database meraka
sendiri-sendiri
ð Setelah skema konseptual database terbentuk, proses
integrasi dilanjutkan oleh DBA
ð Pembentukan entity-entity, atribut-atribut dan domain
harus jelas dan seragam pada setiap user group
Strategi-strategi pada perancangan skema:
1.
Top Down Strategi
ð Perancangan dimulai dari pendefinisian tipe-tipe
entitynya terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan ketehubungannya
beserta atribut-atributnya
ð Pendefinisian tipe entity dari lebih tinggi ke tipe yang
lebih rendah. Contoh : menggunakan spesialisasi
2.
Bottom Up Strategi
ð Perancangan dimulai dari pendefinisian atribut-atribut
terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan keterhubungannya beserta
atribut-atributnya
ð Pendefinisian tipe entity dari lebih rendah ke tipe yang
lebih tinggi. Contoh : menggunakan Generalisasi
3.
Inside-Out Strategi
ð Special kasus dari Bottom Up Strategi dimana difokuskan
ke konsep-konsep utama baru ke konsep lainnya.
4.
Mixed Strategi
ð Gabungan dari Top Down dan Bottom Up Strategi
b.
Perancangan transaksi
ð Transaksi merupakan represantasi dari aktifitas-aktifitas
terhadap database
ð Perancangan transaksi harus disesuaikan dengan kebutuhan
para pemakai dan area aplikasi
Kegiatan-kegiatan dalam perancangan transaksi pada
tingkat konseptual meliputi:
ð Mengidentifikasi input/output
ð Mengidentifikasi fungsi transaksi
Jenis-jenis Transaksi:
v Retrieval transaksi
Transaksi yang mencari data untuk menampilkan
laporan pada layer
v Update transaksi
Transaksi untuk menambahkan, menghapus dan memodifikasi
record-record di dalam database
v Mixed transaksi
Transaksi untuk mencari data sekaligus untuk
update data
Fase-3. Pemilihan DBMS
Terdapat dua faktor yang perlu diperhatikan dalam
pemilihan DBMS :
1. Faktor teknik
ð Pendefinisian primary key, foreign key, tipe data dan
domain
ð Tersedianya control integrity, mekanisasi view, kamus
data dan kemandirian data
ð Tipe-tipe model data yang tersedia
ð Pemeliharaan struktur file
ð Kemudahan reorganisasi, indexing
ð Tersedianya kompresi data
ð Bahasa query yang tersedia
ð Tersedianya system interface
ð Multi user diperbolehkan
ð Tersedianya backup dan recovery
ð Tersedianya pengontrolan konkurensi
ð Tersedianya penanganan deadlock
2. Faktor ekonomi
ð Perkiraan biaya yang dibutuhkan : software, pemeliharaan
hardware, training, operasi dsb.
ð System yang lebih familier dengan personal-personalnya
ð Kemampuan pelayanan vendor (penjual)
Fase-4. Perancangan Model Logikal database
Didalam fase ini ada 2 kegiatan:
1.
Pemetaan system independent
(Tansformsi)
ð Pemetaan dari ER (entity relationship) diagram ke bentuk
database yang dipilih
ð Jenis-jenis model database adalah relasional, hierarki,
jaringan dan object oriented
2.
Penyesuaian skema ke DBMS
ð Kita harus menyesuaikan skema yang diperoleh ke bentuk
database yang dipilih, karena setiap database mempunyai model data yang berbeda
ð Bila database yang dipilih adalah database relasional,
maka relasi harus dinormalisasikan terlebih dahulu
Fase-5. Perancangan Fisik Datase
Perancangan fisik database meliputi :
ð Perancangan aturan integrity
ð Analisis transaksi
ð Pemilihan organisasi file
ð Pemilihan indekx
ð Pengontrolan redudansi
ð Perancangan view untuk pemakai
ð Pemberian hak pengaksesan untuk pemakai
Beberapa petunjuk dalam pemilihan database secara fisik:
1. Respon Time
Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database
yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan
2. Space Utility
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file
database dan struktur-struktur jalur akses
3. transaction throughput
Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses permenit
oleh system database, dan merupakan parameter kritis dari system transaksi
(missal: digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll)
Fase-6. Implementasi Sistem Database
ð pembentukan database file
ð pengisian data
ð konversi data (bila perbaikan system lama)
ð implementasi transaksi database
ð testing dan validasi
2. Gambarkan Diagram Hubungan Entitas !
3. Gambarkan dan Jelaskan diagram REA! (Resources Event Agent Diagram) !

MODEL DATA REA secara khusus dipergunakan dalam desain database SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi.
Model data REA mengklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu :
1. sumber daya yang didapat dan dipergunakan organisasi (Resource) contoh : kas dan persediaan, perlengkapan, gudang pabrik dsb
2 . Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi (Event) Contoh : sales events, taking customer orders
3. Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut (agent) Contoh : pegawai (staf penjualan dan kasir), pelanggan
1. sumber daya yang didapat dan dipergunakan organisasi (Resource) contoh : kas dan persediaan, perlengkapan, gudang pabrik dsb
2 . Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi (Event) Contoh : sales events, taking customer orders
3. Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut (agent) Contoh : pegawai (staf penjualan dan kasir), pelanggan
Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu teriri dari empat langkah :
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan kualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.Penjelasan :
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan kualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.Penjelasan :
Pertukaran
ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang
dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai
pembayaran dalam penjualan tersebut.
Diagram REA untuk siklus pendapatan S&S dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalm kegiatan tersebut.Penjelasan :
Diagram REA untuk siklus pendapatan S&S dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalm kegiatan tersebut.Penjelasan :
Ketika
kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya
yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi.
Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan.
Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.
Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi utnuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan petukaran ekonomi. Penjelasan :
Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan.
Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.
Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi utnuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan petukaran ekonomi. Penjelasan :
Langkah
ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan
pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat
dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen
dan pertukaran.
Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event.
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan.Penjelasan :
Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event.
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan.Penjelasan :
Kardinalitas
menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan
ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya.
Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas.
Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship.
Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N.
Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya.Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.
Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas.
Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship.
Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N.
Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya.Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.
D. Membangun diagram REA untuk satu siklus transaksi
Membangun diagram REA untuk satu siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut:
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar member untuk menerima, dalam siklus tersebut.
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi.
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan..
Membangun diagram REA untuk satu siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut:
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar member untuk menerima, dalam siklus tersebut.
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi.
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan..
E. Mengimplementasikan diagram REA dalam database relasional
Mengimplemetasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu :
1. membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak- ke-banyak (many to many)
2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat. Penjelasan :
· Menetapkan Kunci Utama: Biasanya, kunci utama of a table representing an entity is a single attribute.
· Other Attributes: Additional attributes are included in each table to satisfy transaction processing requirements.
3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu ke satu (one to one) dan hubungan satu ke banyak (one to many)
Contoh : Hubungan Satu ke Satu: Di dalam database relasional, hubungan satu ke satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya.
Penjelasan:
· Dalam database relasional, hubungan satu ke banyak dapat diimplementasikan juga dalam relasi ke database dengan menggunakan kunci luar.
· Kunci utama dari entitas dengan kardinal maksimum N menjadi kunci luar dalam entitas dengan kardinal maksimum 1
· Contoh: Nomor pegawai dan nomor pemasok adalah kunci luar dalam kegiatan pembelian dan kegiatan pengeluaran kas.
Mengimplemetasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu :
1. membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak- ke-banyak (many to many)
2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat. Penjelasan :
· Menetapkan Kunci Utama: Biasanya, kunci utama of a table representing an entity is a single attribute.
· Other Attributes: Additional attributes are included in each table to satisfy transaction processing requirements.
3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu ke satu (one to one) dan hubungan satu ke banyak (one to many)
Contoh : Hubungan Satu ke Satu: Di dalam database relasional, hubungan satu ke satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya.
Penjelasan:
· Dalam database relasional, hubungan satu ke banyak dapat diimplementasikan juga dalam relasi ke database dengan menggunakan kunci luar.
· Kunci utama dari entitas dengan kardinal maksimum N menjadi kunci luar dalam entitas dengan kardinal maksimum 1
· Contoh: Nomor pegawai dan nomor pemasok adalah kunci luar dalam kegiatan pembelian dan kegiatan pengeluaran kas.
F. Memadukan diagram REA antar siklus
Untuk mendesain SIA yang dapat berfungsi, harus dikembangkan diagram REA untuk siklus tambahan dan kemudian memadukan diagram-diagram tersebut
Periksa kelengkapan dengan menguji apakah diagram tersebut memenuhi dua peraturan berikut ini :
Untuk mendesain SIA yang dapat berfungsi, harus dikembangkan diagram REA untuk siklus tambahan dan kemudian memadukan diagram-diagram tersebut
Periksa kelengkapan dengan menguji apakah diagram tersebut memenuhi dua peraturan berikut ini :
Setiap
entitas sumber daya harus berhubungan dengan dua kegiatan arus stok
salah satunya menambah sumber daya dan yang lainnya menguranginya
Setiap kegiatan pertukaran ekonomi yang menambah sumber daya harus berhubungan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang mengurangi sumber daya hal tersebut disebut prinsip dualitas ekonomi
Setiap kegiatan pertukaran ekonomi yang menambah sumber daya harus berhubungan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang mengurangi sumber daya hal tersebut disebut prinsip dualitas ekonomi
F. Menggunakan diagram REA
Diagram REA secara khusus berguna untuk mendokumentasikan SIA tingkat lanjut yang menggunakan database, karena kardinalitas dalam diagram REA menyediakan informasi mengenai praktik bisnis organisasi dan pola pertukaran ekonominya.
Nilai 0 minimum untuk penjualan mengindikasikan bahwa terjadi penjualan secara kreditDiagram REA secara khusus berguna untuk mendokumentasikan SIA tingkat lanjut yang menggunakan database, karena kardinalitas dalam diagram REA menyediakan informasi mengenai praktik bisnis organisasi dan pola pertukaran ekonominya.
Nilai N maksimum untuk penjualan berarti bahwa pelanggan dapat membayar secara mencicil.



