Popular Post

Antara Skema,Susunan Dan Fungsi Protokol

By : reitza haikal

A. Protokol

            Adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Skema protokol pada lapisan antarmuka jaringan
            Dimana dalam skema ini yang bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnyaEthernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
 



Skema Protokol
            Dalam Sistem Terdistribusi dan Jaringan diatas dimana setiap server terhubung dalam sub protokol dan subprotokol yang ditransimisikan datanya ke dalam 3 tahapan yaitu:
-Viewer
-WebViewer
-Terminal Service

            Dimana viewer berfungsi untuk menampilkan tampilan dari layer yang sudah dihubungkan oleh protokol, dan Webview untuk menampilkan objek dalam halaman website dan terminal service untuk melihat terminal mana saja yang memproses alur data tersebut dalam sebuah hubungan komunikasi data antar protokol.

            Dan terdapat device dalam hal ini adalah PDA/Phone dimana sebagai salah satu client untuk mengontrol dan melihat terjadinya proses komunikasi dan menampilkan hasil dari hubungan sistem distribusi data satu dengan yang lain.

B. Susunan Protokol:
1. Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource
jaringan yang diakses. 
2. Presentation Layer: untuk merepresentasikan data.
3. Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi) kontrol dialog 
4. Transport Layer: Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung komponen data. 
5. Network Layer: Pengamatan dan pengiriman paket data.
6. Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.

C. Fungsi Protokol:
1. Fragmentasi dan Re-assembly
Pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan digabungkan menjadi paket berita yang lengkap.

2. Enkapsulasi
Enkapsulasi (Encaptulation) adalah proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lain-lain.

3. Kontrol Konektivitas
Membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.

4. Flow Control
Fungsi dari Flow Control adalah sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.

5. Error Control
Tugasnya adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.

6. Pelayanan Transmisi
Fungsinya adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang berhubungan dengan prioritas dan keamanan data.

Refrensi:
http://andregatemedia.blogspot.com/2013/03/fungsi-protokol-jaringan.html

sistem terdistribusi

By : reitza haikal
Sistem Terdistribusi
            Sistem terdistribusi adalah suatu kesatuan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data, informasi, obyek dan layanan dari dan kepada pengguna yang terkait didalamnya.

Karakteristik Sistem Distribusi
a, Resource Access and Sharing
            Kemampuan menggunakan hardware, software atau data dimanapun dan kapanpun. Karakteristik ini juga yang menentukan siapa saja yang dapat mengakses sebuah resource dalam sebuah sistem terdistribusi. Salah satu contohnya dalam sebuah web, terdapat .htaccess yang hanya dapat diakses oleh user-user yang telah memiliki grant access terhadap file tersebut.

b. Openness (Keterbukaan)
            Sebuah keterbukaan dalam sistem terdistribusi memiliki pengertian kemampuan sebuah sistem dalam mengembangkan fleksibilitas terhadap peningkatan kinerja sebuah sistem. Seperti penambahan module baru dan ketersediaan extension / plugin yang dapat terkoneksi dengan sistem lain. Contoh karakteristik ini misalkan sebuah aplikasi web banking yang dapat terhubung dengan sistem web milik perusahaan finance.

c. Concurrency
            Semua proses dalam sistem terdistribusi dilakukan secara concurrency (secara bersama-sama). Hal ini dilakukan untuk mencegah inkonsistensi dan ketidak valid an sebuah data dan proses. Sebagai contoh dalam sebuah aplikasi web yang diakses oleh banyak user. Ketika server melakukan sebuah update. Maka semua user yang mengakses halaman web tersebut akan langsung mendapatkan update terbaru tersebut.

d. Scalability
            Skalabilitas memiliki pengertian bahwa sebuah sistem terdistribusi harus dapat ditingkatkan kinerjanya tanpa mengubah komponen-komponen di dalamnya. Sebagai contoh, sebuah aplikasi web yang digunakan oleh user yang terlalu banyak. Maka untuk meningkatkan kinerja dari web tersebut agar tidak terjadi overload atau system down maka perlu dilakukan upgrade processor dan ram. Dalam proses upgrading tersebut, komponen dalam web tidak perlu diubah.

e. Fault Tolerance (Toleransi Kesalahan)
            Kesalahan pasti terjadi dalam sebuah sistem. Entah itu disebabkan karena masalah jaringan, power supply, bencana alam atau human error. Sebuah sistem terdistribusi dirancang memliki kemampuan untuk menangani hal-hal tersebut. Contoh dalam hal ini adalah dibangunnya sebuah clustering server. Dimana ketika server utama mengalami down karena beberapa penyebab kesalahan, maka extended server langsung membackup sistem utama dan menggantikannya.

f. Transparency
            Secara umum, transparansi disini tidak berlaku untuk user biasa yang mengutamakan fungsionalitas, apakah ia sedang menggunakan sistem yang terdistribusi atau tidak. Namun secara khusus bagi seorang pengelola baik itu developer atau administrator sistem sangat perlu untuk mengetahui arsitektur dari sistem yang sedang digunakan karena untuk mempermudah bagi mereka dalam mengembangkan dan memelihara sistem tersebut.

Model Sistem Distribusi
a. Model client-server
- Client, proses akses data, melakukan operasi pada komputer lain.
- Server, proses mengatur data, proses mengatur resources, proses komputasi.
- Interaksi, invocation/result.


 b. Model Multiple Server
- Service disediakan beberapa server, contohnya sebuah situs yang dijalankan sebuah server
- Server menggunakan replikasi atau database terdistribusi


c. Model Proxy Server
- Proxy server membuat duplikasi beberapa server yang diakses oleh client
- Catching:
a. Penyimpanan lokal untuk item yang sering diakses
b. Meningkatkan kinerja
c.  Mengurangi beban server


d. Model Peer to Peer
- Dimana sistem dapat berfungsi sebagai client atau server.


Refrensi:
http://orida-orida.blogspot.com/2013/03/model-perancangan-sistem-distribusi.html
http://ariesprayoga.wordpress.com/2014/03/11/karakteristik-sistem-terdistribusi
http://damaraaaa.wordpress.com/2013/03/12/definisi-dan-contoh-sistem-terdistribusi/

By : reitza haikal

PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI



Pretest (Organisasi) :

Proyek yang berhasil sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalam organisasi proyek tersebut. Apa saja yang perlu diperhatikan untuk memilih orang-orang tersebut?
Hal yang harus diperhatikan adalah :
JAWAB
>Menguasai materi (termasuk materi ajar) dengan baik.
>Memiliki rasa saling bergantung serta membutuhkan dan saling memiliki.
>Dapat bekerja secara terbuka.
>Dapat mengekspresikan gagasan, opini dan ketidaksepakatan.
>Mengerti sudut pandang satu dengan yang lain.
>Mengakui bahwa konflik adalah suatu hal yang normal.
>Anda membutuhkan seseorang yang dapat berkomunikasi, yang merupakan bagian dari sebuah tim, serta dapat berbagi pengetahuan dan ide-ide dengan baik, tetapi juga harus mau menjalankan ide-ide tersebut.
>Anda membutuhkan seseorang pendengar yang baik, seseorang yang akan mendengarkan pendapat orang lain dan mau mengakui jika pendapat-pendapat tersebut lebih baik.
>Anda membutuhkan seorang yang terorganisir. Akan banyak tugas yang harus dilakukan, setiap tugas pada waktu yang tepat.
>Anda tidak membutuhkan seseorang yang perfeksionis. Pilihlah seorang yang dapat bekerja pada saat deadline. Selalu ada cara yang terbaik, tetapi jika hal ini berhasil sekarang, keluarkan sesuai waktu dan simpan kemajuan ini untuk versi berikutnya.
>Anda membutuhkan seseorang yang mempunyai kemampuan teknik terbaik, seorang analitis dan logis, dengan pengalaman yang sesuai.

Posttest (Organisasi) :

Tuliskan tugas/tanggung jawab Project Manager, Project Leader dan Programmer pada organisasi/tim proyek Sistem Informasi!
JAWAB
>Project Manager bertanggung jawab terhadap pengontrolan proyek yang ditanganinya, organisasi, tim kerja yang dipimpinnya, dan terhadap diri sendiri.
>Project Leader bertanggung jawab untuk memimpin keseluruhan wawancara dengan user dan menjadi pengawas harian bagi programmer.
>Programmer bertugas untuk membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasasa pemrograman yang ditentukan, mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma/logika dan bahasa pemrograman, melakukan testing terhadap software bila diperlukan.

jelaskan tugas masing masing anggota tim proyek

By : reitza haikal


1.  Manajer Proyek (Project Manager)
PM adalah posisi pertama yang harus diisi. Pekerjaan ini diisi ketika proyek masih sekilas di mata orang, karena PM yang pertaman menentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak. Manajer tingkat atas menugaskan PM. Mereka mencari seseorang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keahlian keahlian lain yang mereka cari adalah pengetahuan tentang manajemen proyek, kemampuan mengorganisasi, dan keahlian teknik. Kadang-kadang pekerjaan PM membutuhkan aksi yang tidak umum seperti berkata “Tidak” untuk perubahan permintaan yang menyimpang, mengumumkan kesalahan, atau mendisiplinkan orangorang. PM harus mengetahui orang-orang yang terlibat sama seperti dalam politik, prosedur-prosedur pemakaian, dan proyek perusahaan.

2.  Pimpinan Proyek (Project Leader)
Pimpinan Proyek adalah posisi kedua yang harus diisi. Sangatlah baik jika PM memilih orang ini. Pertama, PM harus bernegosiasi dengan Manajer Fungsional untuk tugas-tugas PL, kemudian yakinkan PL untuk bergabung dalam tim. PL terdaftar pada proposal karena banyak detail proposal dikerjakan oleh PL. Pekerjaan ini sangat bersifat teknis, karenanya pilihlah ahli yang terbaik. Jangan mencari orang yang tidak mempunyai pendirian. Lebih baik mencari orang yang dapat mengingat pembuatan detail keseluruhan proyek tersebut. PL juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. PL akan memimpin keseluruhan wawancara dengan user dan menjadi pengawas harian bagi programmer.

3.  Programmer
PM dan PL akan mulai berpikir tantang siapa yang dapat membentuk tim pemrograman dan bertanya pada Manajemen Fungsional (jika diperlukan) tentang kemampuan orang-orang ini (Programmer). Kemudian, ketika kontrak ditandatangani, mulailah mengumpulkan tim programmer Anda. Pertama pilihlah Programmer dengan kemampuan pemrogramannya. Sebagai tambahan carilah keterangan tentang pengalaman mereka, tetapi bukan seseorang yang sudah melakukan hal yang sama selama 5 kali berturut-turut – orang ini akan bosan. Jika kandidat tersebut tidak memiliki pengalaman yang sesuai, hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah latar belakang tentang sistem operasi, atau hal lainnya.
- Programmer Ahli (The Guru Programmer)
Programmer Ahli atau “Hacker” bekerja secara misterius, pada jam-jam yang aneh; suka menentang dan tidak mau diatur, hanya ingin mengerjakan tugas sesuai dengan keinginanya. Tetapi ahli dalam bidangnya, dapat membuat program tugas-tugas yang rumit 10 kali lebih cepat dari orang lain.
- Programmer Pemula (The Junior Programmer)
Programmer pemula biasanya memiliki bakat dan mempunyai keinginan untuk membuktikan diri mereka. Ada dua keahlian, bagaimanapun itu tidak selalu diajarkan di sekolah : komunikasi tim dan komunikasi manajemen.

sumber : http://idhambhimaa.blogspot.com/2014_06_01_archive.html

apa saja yang perlu di perhatikan pada saat memilih anggota tim proyek?

By : reitza haikal


Yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek :
1.   Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
2.   Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi
Tenaga kerja yang diperlukan proyek dapat diperoleh dari salah satu atau beberapa sumber, yaitu :
a)  Induk atau anak perusahaan (apabila proyek dimiliki oleh kelompok perusahaan),
b)  Daerah sekitar lokasi dan tempat proyek,
c)  Sumber tenaga kerja nasional,
d)  Sumber tenaga kerja internasional-individual expert, subcontracting, technical assistances, management assistances.
3.   Produktivitas
Produktivitas mengandug arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
4.   Pelatihan dan Pengembangan
Program latihan dan pengembangan bertujuan untuk menutupi gap antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan.
5.   Prestasi Kerja
Hasil penilaian prestasi kerja karyawan dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.
6.   Kompensasi
Cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi. Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
7.  Perencanaan Karier
konsep dasar perencanaan karier :
a)  Karier sebagai suatu urutan promosi atau transfer ke jabatan-jabatan yang lebih besar tanggung jawabnya atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik selama kehidupan kerja seseorang.
b)  Karier sebagai petunjuk pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas (membentuk satu jalur karier).
c)  Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja.
Kriteria umum yang digunakan untuk memilih anggota tim proyek adalah sebagai berikut:
- Memiliki komitmen pada tujuan proyek dan mampu menyelesaikan-nya.
- Kemampuan untuk berkomunikasi dan membagi tanggung jawab.
- Fleksibilitas, dapat berpindah dari satu kegiatan pekerjaan ke kegiatan pekerjaan lainnya, sesuai dari skedul dan kebetuhan proyek.
- Kemampuan teknis.
- Kemauan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
- Konsentrasi pada pekerjaan.
- Kemampuan untuk mengerti dan bekerja berdasarkan jadwal dan pengadaan sumber daya. Misalnya, mau kerja lembur jika dibutuhkan
- Kemampuan untuk saling mempercayai, bukan seperti seorang pahlawan yang  mampu bekerja sendiri.
- Seorang wiraswasta, tetapi terbuka pada usulan dan gagasan.
- Kemampuan bekerja pada lebih dari satu atasan.
- Kemampuan bekerja tanpa dan di luar struktur formal.
- Memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan peralatan manajemen proyek.

Kerangka Karya Ilmiah

By : reitza haikal
Kerangka Tulisan Ilmiah
Banyak sekali model kerangka tulisan ilmiah, dibawah ini adalah salah satu contoh kerangka tulisan ilmiah menurut pendapat yang saya temukan untuk menambah wawasan dalam membuat karya ilmiah.
JUDUL KARYA ILMIAH
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB  I PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
  • Rumusan dan Pembatasan Masalah
  • Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • Asumsi Dasar
  • Hipotesis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Metodologi Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
  • ....................................
  • .....................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
  • Metode Penelitian
  • Langkah-langkah Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
  • Deskripsi Data Hasil Penelitian
  • Analisis Data
  • Interpretasi Hasil Penelitian
BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN
  • Kesimpulan
  • Saran - saran
DAFTAR PUSTAKA
Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Bahaya Merokok
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi  pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan. Sedangkan kalangan orang tua karena stres atau ketagihan adalah fakor penyebab keinginan untuk merokok.
Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah, seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa menggubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok.

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang di gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet dan buku – buku  panduan

- Copyright © reza avril blog - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -