Popular Post

PENGERTIAN SAMURAI

By : reitza haikal


Samurai (侍?), atau dalam bahasa Jepang disebut bushi (武士?, [bu͍ꜜ.ɕi̥]) or buke (武家?), adalah bangsawan militer abad pertengahan dan awal-modern Jepang. Menurut penerjemah William Scott Wilson: "Di Cina, karakter 侍 adalah kata yang berarti menunggu atau menemani seseorang di jajaran masyarakat, dan ini juga sebenarnya dari istilah aslinya dalam bahasa Jepang, saburau. Di kedua negara tersebut istilah tersebut biasanya berarti "mereka yang melayani hadir dekat dengan kaum bangsawan," kemudian lafal tersebut berganti menjadi saburai. menurut Wilson, referensi awal untuk kata "samurai" muncul di Kokin Wakashū (905-914), kekaisaran pertama antologi puisi, selesai pada bagian pertama abad ke-10. Pada akhir abad ke-12, samurai menjadi hampir seluruhnya identik dengan Bushi, dan kata itu terkait erat dengan ksatria kelas menengah dan atas. Samurai mengikuti seperangkat aturan yang kemudian dikenal sebagai Bushido. walaupun samaurai masih kurang dari 10% dari populasi Jepang, ajaran mereka masih dapat ditemukan hingga hari ini baik dalam kehidupan sehari - hari maupun dalam seni bela diri modern Jepang.
Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.
Samurai harus sopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.
Etimologi
Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.
Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.
Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.
  • Buke (武家) – Ahli bela diri
  • Kabukimono - Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.
  • Mononofu (もののふ) - Istilah silam yang berarti panglima.
  • Musha (武者) - Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者), harafiah. pakar bela diri.
  • Si (士) - Huruf kanji pengganti samurai.
  • Tsuwamono (兵) - Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.
Senjata
Samurai menggunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura (1185–1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa Edo.
Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari katana terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.
Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busur komposit dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknya senapan pada abad ke-16. Busur komposit model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri di belakang Tedate (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai busur komposit dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.
  •  
Zaman Kamakura dan zaman Muromachi
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f3/Robbing_a_rich_merchants_house-J._M._W._Silver.jpg/240px-Robbing_a_rich_merchants_house-J._M._W._Silver.jpg
http://bits.wikimedia.org/static-1.24wmf3/skins/common/images/magnify-clip.png
Lukisan ronin sedang merampok rumah pedagang kaya
Di zaman Muromachi dan zaman Kamakura, samurai yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal menjadi pengembara. Pada waktu itu, ronin sering menjadi sebab timbulnya kerusuhan skala kecil di berbagai daerah. Walaupun para daimyo banyak membutuhkan prajurit untuk berperang, ronin hampir tidak berkesempatan mendapat majikan yang baru. Situasi keamanan yang buruk menyebabkan ronin membentuk komplotan yang saling berebut wilayah dan pengaruh, beroperasi sebagai gerombolan pencoleng hingga menimbulkan huru-hara.
Zaman Sengoku
Di zaman Sengoku, sengoku daimyo yang tersebar di seluruh Jepang memerlukan prajurit dalam jumlah yang sangat besar, sehingga ronin mempunyai kesempatan besar untuk mendapat majikan baru. Tidak seperti pada zaman Edo, hubungan antara samurai dan tuannya pada zaman Sengoku tidaklah begitu erat. Di zaman Sengoku, samurai banyak yang memilih jadi ronin atas keputusannya sendiri cuma karena situasi kerja yang tidak memuaskan. Ada juga samurai yang memilih jadi ronin agar bisa menemukan tuan yang menjanjikan kondisi pekerjaan dan gaji yang lebih baik. Samurai yang berpindah-pindah tuan juga tidak kurang jumlahnya, bahkan ada juga ronin yang sukses menjadi daimyo. Semasa hidupnya, samurai bernama Tōdō Takatora pernah mengabdi untuk 10 orang majikan. Pada waktu itu, orang masih bisa semaunya berpindah-pindah kelas, seperti samurai berganti profesi menjadi pedagang atau petani menjadi samurai.
Zaman Toyotomi dan zaman Osaka
Setelah Toyotomi Hideyoshi berhasil mempersatukan Jepang, berakhir pula zaman perang saudara yang berkepanjangan sehingga samurai banyak yang menjadi ronin. Sebagian besar daimyo tidak lagi perlu memiliki banyak pengikut. Setelah Pertempuran Sekigahara yang dimenangkan kubu Pasukan Timur, wilayah kekuasaan daimyo Pasukan Barat banyak sekali yang dirampas sehingga para samurai yang kehilangan pekerjaan menjadi ronin. Di zaman Keshogunan Edo, pemerintah Bakufu menghancurkan daimyo yang termasuk golongan tozama daimyo (daimyo yang pernah mendukung klan Toyotomi) sehingga jumlah ronin menjadi semakin banyak.
Pertempuran Osaka
Memasuki zaman Edo, jumlah samurai yang dimiliki para daimyo begitu berlebihan sampai hampir-hampir tidak ada penerimaan samurai baru. Selain itu, hubungan antara majikan dan samurai menjadi semakin teratur karena pengaruh Konfusianisme. Samurai yang desersi meninggalkan tuannya tidak lagi akan diterima sebagai abdi daimyo di tempat lain. Dalam Pertempuran Osaka, klan Toyotomi banyak sekali dibantu para ronin untuk menghadapi pasukan Tokugawa. Jumlah ronin yang membantu klan Toyotomi dalam Pertempuran Osaka dikabarkan mencapai 100.000 orang, walaupun banyak di antaranya yang tewas terbunuh.
Zaman Edo
Di zaman Edo, penghapusan sebagian besar daimyo mengakibatkan jumlah samurai yang menjadi ronin makin bertambah banyak. Di akhir pemerintahan Tokugawa Iemitsu, jumlah ronin melonjak menjadi sekitar 500.000 orang karena peran samurai tidak lagi dibutuhkan di masa damai. Sebagian besar ronin menjadi penduduk kota atau menjadi petani, sebagian ronin bahkan pergi merantau ke luar negeri menjadi prajurit bayaran. Sebagian besar ronin justru hidup menderita dalam kemiskinan di kota-kota dan pemerintah Bakufu menganggapnya sebagai ancaman keamanan. Ronin banyak yang diusir dari kota dan hanya boleh tinggal di wilayah-wilayah yang ditentukan. Pemerintah Bakufu bahkan mengambil tindakan yang lebih kejam dengan melarang ronin mencari tuan yang baru. Kelompok ronin yang terusir ke sana ke mari akhirnya bersatu di bawah pimpinan Yui Shōsetsu dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintah Bakufu dalam Pemberontakan Keian.
Pemerintah Bakufu melarang pengangkatan anak sebagai putra pewaris darurat (matsugoyōshi), akibatnya garis keturunan daimyo banyak yang terputus karena daimyo keburu meninggal tanpa memiliki putra pewaris. Keluarga daimyo yang tidak mempunyai putra pewaris terpaksa bubar dan samurai yang kehilangan tuannya berakhir sebagai ronin. Setelah pecahnya Pemberontakan Keian, pemerintah Bakufu berusaha memperbaiki kebijakan terhadap ronin. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan baru, seperti melonggarkan larangan mengangkat putra pewaris darurat, mengurangi jumlah daimyo yang dirampas wilayah kekuasaannya, dan meninjau kembali pembatasan wilayah permukiman ronin. Peluang ronin mencari majikan baru juga dibuka kembali. Walaupun sudah ada kebijakan baru, jumlah samurai yang menjadi ronin tidak juga bisa berkurang. Ronin-ronin baru terus bermunculan akibat perampasan wilayah kekuasaan para daimyo yang terus berlanjut.
Situasi kehidupan ronin
Di zaman Edo, ronin yang sudah kehilangan jati diri sebagai samurai masih diakui pemerintah sebagai "samurai" dan masih diizinkan memakai nama keluarga samurai dan membawa katana di pinggang. Sehari-harinya, ronin hidup berdampingan dengan rakyat banyak di bawah pengawasan pemerintah kota (machi bugyō). Sebagian besar ronin hidup miskin di rumah-rumah sewa, tapi ada juga ronin yang berhasil menjadi sastrawan ternama seperti Chikamatsu Monzaemon. Ronin ada yang membuka dojo, menjadi instruktur bela diri atau menyumbangkan jasa sebagai guru mengajar anak-anak orang biasa di terakoya (sekolah dasar swasta yang menempel di kuil agama Buddha). Miyamoto Musashi adalah seorang ronin yang terkenal sebagai jago pedang tanpa tanding.
Akhir zaman Edo
Di akhir zaman Edo, para ronin mulai berperan aktif di bidang politik. Samurai dari kelas yang disebut gōshi (samurai distrik) banyak yang atas permintaan sendiri meninggalkan domain (han) tempat tinggalnya supaya bisa terjun di bidang politik. Sakamoto Ryōma adalah salah seorang ronin yang berhasil sebagai politikus. Pada waktu itu, ronin palsu juga banyak bermunculan. Penduduk kota dan petani yang tidak dilahirkan dari kalangan samurai banyak yang mengaku sebagai ronin, memamerkan katana di pinggang, dan memakai nama keluarga samurai dengan semaunya. Shinsengumi dianggap sebagai kelompok ronin, tapi anggotanya banyak yang terdiri dari penduduk kota dan petani.
Setelah Restorasi Meiji, identitas ronin ikut dihapus sesuai dengan prinsip shiminbyōdō (penghapusan semua golongan dan kelas dalam masyarakat).
Ronin dalam cerita fiksi
Dalam cerita fiksi, ronin sering digambarkan sebagai yojimbo atau serdadu bayaran. Film Kurosawa Akira yang berjudul The Seven Samurai dan Yojimbo adalah salah satu contoh film bertema jidaigeki yang menampilkan ronin.
Film Hollywood juga tidak ketinggalan mendapat pengaruh dari kisah-kisah ronin, seperti film Clint Eastwood yang berjudul Man with No Name. Film The Magnificent Seven merupakan versi Amerika dari film The Seven Samurai karya Kurosawa Akira. Dan yang terbaru adalah 47 Ronin dibintangi oleh Keanu Reeves dan Ko Shibasaki.
Metafora ronin
Di zaman sekarang, istilah ronin digunakan di Jepang untuk lulusan sekolah menengah umum yang gagal lulus tes masuk perguruan tinggi atau sekolah lain yang lebih tinggi. Lulusan SMU yang tidak lagi terdaftar di sekolah manapun diumpamakan sebagai ronin yang tidak lagi memiliki majikan tempat mengabdi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ronin

Postest : Rencana Tes Penerimaan

By : reitza haikal
Soal:
Terdapat 2 pendekatan yang umum digunakan untuk penerimaan yaitu 'Parallel Run' dan 'Penerimaan sedikit demi sedikit'. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan tersebut!

Jawab:

A. Pendekatan Parallel Run
­   Kelebihan
1)     User dapat melakukan pengecekan data pada sistem lama.
2)    Dapat mendemostrasikan semua fungsi yang dijanjikan.
3)     Pendekatan parallel run  akan menambah dimensi dari peralihan sistem lama yang bekerja dengan perbandingan dan cadangannya.

­   Kekurangan
1)     Masalah kecil dapat membuat anda menjalankan kembali selama ‘X’ hari untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Kadang-kadang sistem software yang rumit tidak pernah 100% di-debug.
2)    Melakukan tutup buku. Sayangnya garansinya telah habis dan penjual (vendor) tidak mau memperbaikinya.
3)     Mungkin sulit untuk mencari penyebab dari suatu masalah, jika 10 user berada pada sistem yang interaktif dan sistem tersebut rusak.
4)    Tidak ada jaminan bahwa semua kelebihan sistem akan dicoba dalam ‘X’ hari.
5)    Biarkan end user  masuk ke sistem pada hari pertama yang penerapannya tidak terlalu berperan.

B.  Penerimaan Sedikit demi Sedikit
­   Kelebihan
1)     User tidak merasa takut tentang semuanya.
2)    Anda dapat mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan.
3)     Sebuah tindakan dengan tepat siapa yang mengetik ketika masalah terjadi.

­   Kekurangan
1)     Seharusnya tidak ada keengganan untuk menerima dan membayar jika metode ini digunakan.
2)    Memerlukan banyak pekerjaan untuk menulis ATP (Acceptance Test Paln / Rencana Tes Penerimaan).
3)     Dalam beberapa hal pemakai mungkin tidak akrab dengan pendekatan ini, tetapi anda dapat mengakrabkannya dengan metode yang baru.

Refrensi:
http://windsaga.blogspot.sg/2014/05/postest-rencana-tes-penerimaan.html

soal

By : reitza haikal
Menurut Anda apa yang akan terjadi jika diakhir Tes Penerimaan ternyata fungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal proyek, jelaskan. Tulis jawaban pada blog Anda yang terkoneksi dengan studentsite.

musim dingin

By : reitza haikal

Winter in JapanSama dengan negara-negara 4 musim lainnya ketika musim dingin, musim dingin di Jepang sangatlah indah, terlebih lagi apabila turun salju dan menutupi jalan raya dan pepohonan. Keadaan musim dingin di Jepang tiap daerah mungkin berbeda, hal ini dikarenakan letak geografisnya.  Pada akhir November angin musiman yang dingin menerpa Jepang yang menyebabkan hujan dan salju khususnya di daerah bagian barat Jepang. Daerah Hokuriku (Prefektur Fukui, Ishikawa, Toyama, dan Niigata) yang terpisah dengan bagian lainnya oleh pegunungan dan dikenal sering hujan salju deras ketika musim dingin. Apabila terjadi hujan salju yang deras, maka memungkinkan daerah-daerah itu tertutupi salju hingga setebal 2-3 meter, ketinggian yang cukup untuk menutupi atap rumah. Suhu di pulau Hokaido, pulau yang terletak paling timur di Jepang dan memang sudah dingin sepanjang tahun akibat letak astronomisnya, bertambah dingin di musim ini. Rata-rata suhunya dapat mencapai -4 derajat Celcius. Hal ini mengakibatkan tidak jarang terjadi badai salju di daerah ini. Berbeda dengan daerah-daerah di Jepang yang mengahadap lautan pasifik, pada musim dingin suhu relatif lebih ringan, Misalnya di Tokyo yang rata-rata suhunya sekitar  derajat Celcius.
OdenDi Jepang, musim dingin merupakan saat yang tepat untuk menikmati makanan khas yakni Oden. Oden  adalah sejenis sup yang berisi macam-macam didalamnya seperti bakso, ikan, telur rebus, lobak (daikon) dan konnyaku. Oden biasanya dimasak di dalam mangkuk berukuran besar dan diiletakkan di tengah meja untuk dimakan bersama-sama. Nabeyaki udon juga termasuk dalam makanan populer karena dapat menghangatkan tubuh sewaktu musim dingin. Selain udon, labu Jepang atau kabocha juga termasuk pilihan yang menarik untuk dijadikan santapan. Buah labu dipercaya berkhasiat dapat mencegah flu saat musim dingin. Kabocha sering sekali diolah lain menjadi tempura.
Musim dingin di Jepang bukan menjadi waktu untuk bermalas-malasan, namun dapat dimanfaatkan untuk diisi hal yang mengasikkan. Banyak hal yang dapat dilakukan, seperti misalnya pergi ke onsen (sumber air panas) untuk menghangatkan tubuh atau pergi bermain ski di pegunungan salju. Salju musim dingin sangat dinantikan oleh penggemar olahraga ski dan snowboard. Ski menjadi olahraga populer dibanding olahraga musim dingin lain. Setiap tahun jutaan orang menikmati olahraga ini. Tahun 1996, didapatkan data sebanyak 16,1 juta orang Jepang menganggap ski adalah olahraga favorit mereka. Jumlah pemain ski semakin bertambah hingga 4 juta orang sejak tahun 1998. Salah satu tempat bermain ski yang terkenal di Jepang berada di daerah Hakuba, Nagano. Selain ski, untuk menghabiskan waktu liburan musim dingin yang singkat, orang Jepang sering pergi menginap di penginapan tradisional ryoukan atau mishuku. Di sana disediakan onsen terbuka dimanaa mereka dapat bersantai menghangatkan badan dan menikmati pemandangan salju indah untuk melepas stress.
Onsen

Jepang memang terkenal dengan festivalnya, di musim dingin pun Jepang mengadakan beberapa festival menarik. Salah satu festival itu yakni Sapporo Yuki Matsuri yang merupakan festival musim dingin di Jepang. Setiap tahunnya festival ini berhasil menarik pengunjung lebih dari 2 juta orang, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Banyak orang ingin menyaksikan ratusan patung salju maupun pahatan es yang menghiasi di taman Odori, lapangan di Satoland, dan jalanan di Susukino. Selama 7 hari di bulan Februari festival dan pameran patung akan menghibur memanjakan mata anda. Mengenai festival ini, pertama kali diadakan tahun 1950 oleh 6 orang siswa SMA yang mengadakan lomba pahat salju kecil kecilan, karena dianggap menarik maka semakin lama banyak anak-anak yang ikut berpartisipasi. Tahun 1955 pasukan beladiri Jepang ikut meramaikan dengan membuat pahatan es raksasa yang akhirnya membuat festival ini terkenal. Tidak hanya pahatan es, namun dalam festival ini pengunjung dapat juga menikmati pertunjukan musik, kembang api, seluncur es, dan perang bola salju bersama-sama. 

Festival Salju Sapporo
Selain di Sapporo, di kota Ashikawa, Hokaido juga diselenggarakan festival di awal Februari. Meskipun tidak sebesar dan semeriah di Sapporo tetapi cukup menarik bagi pengunjung, khususnya yang tidak menyukai keramaian berlebihan. Selain pahatan es yang gemerlap di malam hari, pengunjung juga dapat menyantap ramen khas Ashikawa yang terkenal di seluruh Jepang. Bagi yang ingin menikmati musim dingin yang lebih tradisional, pengunjung dapat pergi ke festival musim dingin di Iwate. Festival yang menyatukan nuansa tradisional modern yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Di sana pengunjung bisa melihat tarian dan mendengar musik tradisional Jepang yang dipertunjukkan di atas perahu terapung. Di tiap bagian utara Jepang hampir dapat kita jumpai festival atau perayaan musim dingin. Bahkan hingga desa-desa kecil di Hokaido, para penduduk meramaikan dengan semacam perayaan bila salju mulai menumpuk. Musim salju yang bertepatan dengan peringatan Natal dan juga Tahun Baru dapat menambah kemeriahan musim dingin di Jepang.
Festival Salju di Iwate  
Musim dingin di jepang (winter)

Winter(冬:[huyu]) adalah musim keempat di Jepang. Musim dingin ini dimulai pada bulan  Desember sampai Februari. Jepang bagian utara seperti Hokaiddo akan terjadi salju, begitu juga daerah-daerah pegunungan disekitarnya. Sedangkan di jepang bagian selatan akan merasakan cuaca yang nyaman dan hangat. Sedangan dibagian tengah, termasuk Tokyo cuacanya juga nyaman dengan hawa dingin dengan sinar matahari yang menghangatkan, namun di Jepang bagian tengah terkadang juga terjadi salju.
sculpture ice in sapporo
(Sculpture Ice) 

sculpture ice in sapporo
(Sculpture Ice)
Di jepang bagian utara, terutama di Sapporo, kita bisa menikmati salju yang melimpah. Selain itu disana juga ada berbagai macam kegiatan yang bisa kita lakukan, misalnya saja skating (itu lho yang meluncur dari gunung). Tapi, ada yang lebih penting lagi kalau berbicara mengenai musim dingin di daerah Sapporo, yaitu festival Sapporo, yang merupakan salah satu festival musim dingin terbesar di Jepang. Setiap musim dingin, sekita 2 juta orang datang ke Sapporo untuk melihat salju yang sangat indah dan pahatan es yang berjejeran sepanjang Odori Park.Selama 7 hari pada bulan Februari, Sapporo berubah menjadi taman impian musim dingin dengan saljunya.
white_illuminations_odori_park_sapporo_hokkaido_japan.jpg
(Odori Park in Sapporo, Hokaiddo)
 

musim gugur

By : reitza haikal
Autumn in Japan

Musim Gugur atau Autumn(秋:[aki]) Season, merupakan musim ketiga setelah Musim Panas(Summer). Dimulai dari bulan September hingga November.
Setelah merasakan panasnya Summer ^_^, kita bisa menikmati nyamannya lingkungan sekitar, karena pada musim Gugur ini suhu udara sudah turun. Bersamaan dengan para petani di jepang yang memanen hasil jerih payaknya yang dimulai pada musim panas kemarin (tepatnya musim dingin), ada yang panen padi, sayur-sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya.
Dan hal yang paling dinanti-nantikan ketika musim gugur datang ialah berjatuhannya daun-daunan yang berwarna-warni. Ada yang berwarna merah, kuning, sampai warna orange. Lokasi-lokasi yang menjadi favorite untuk menyaksikan bergugurnya dedaunan tersebut ada di Nikko, Kamakura, Hakone, dan tak lupa Kyoto yang murupakan pusatnya negara jepang.
Toyo in Tokyo

Pada musim ini, juga ada banyak event-event maupun festival-festival yang diselenggarakan, misalnya pada Hari Senin pada minggu kedua di bulan Oktober yang merupakan hari libur nasional yang disebut "taiiku-no-hi" (Hari Kesehatan dan Olahraga), dimana berbagai macam kegiatan olahraga diselenggarakan pada saat itu. Dan dijepang festival olahraga sendiri disebut dengan "undou-kai" yang biasa diadakan oleh sekolah ataupun sebuah kota.
Undou-Kai Sport Festival
(Undou-kai)
Selanjutnya pada tanggal 3 November ada Hari Budaya yang dikenal dengan "bunkano-hi", dimana pada saat tersebut diselenggarakan banyak jenis festival-festival ataupun acara lainnya yang menyangkut seni dan tradisi bangsa jepang.
Ada juga kegiatan yang cukup unik, yaitu "shichi-go-san" yang diadakan tanggal 15 November. Kegiatan ini adalah salah satu tradisi bangsa jepang untuk anak-anak berusia tujuh, lima dan tiga tahun. Meskipun bukan hari nasional, tradisi tersebut cukup penting bagi sebuah keluarga dijepang. Anak-anak bersama dengan keluarganya pergi ke kuil dan kemudian berdoa untuk kesehatannya dan pertumbuhannya, dimana sang anak memakai pakaian yang indah/bagus, seperti Kimono.
Shichi-go-san
(Shichi-go-san)
Selain kegiatan-kegiatan diatas, kita juga bisa menikmati berbagai macam makanan, karya seni rumah tangga dan lain sebagainya bila dijepang.
Musim gugur atau aki adalah musim yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang di Jepang. Musim gugur adalah musimnya festival, dimana banyak sekali festival yang diselenggarakan di musim ini. Tak heran jika orang jepang menyebut musim gugur sebagai musim yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Musim gugur yang jangka waktunya relatif panjang berkat bujur geografisnya yang memanjang dari utara ke selatan membuat orang-orang di Jepang bisa menikmati anugerah keindahan musim gugur ini.

 
Indahnya suasana musim gugur di Jepang

Perayaan musim gugur banyak dilakukan pada bulan Oktober, namun ada daerah yang mengedakannya pada bulan September atau November. Perayaan musim gugur merupakan perayaan tanda terima kasih atas banyaknya panen yang diperoleh. Oleh karena itu, padi dipersembahkan kepada dewa atau disebarkan di depan kuil. Banyak pula daerah yang mengeluarkan omikoshi. Omikoshi adalah kuil-kuil mini yang dipikul bersama-sama.
 
Omikoshi

Anak-anak muda memikul omikoshi seirama menapaki jalan sambil berteriak dengan suara keras, "Wasshoi!, Wasshoi!". Dalam lingkungan kuil bermacam-macam warung kecil didirikan. Anak-anak bergembira membeli dagashi (kue manis dan murah yang terbuat dari tepung terigu, padi-padian, dll) dan main di sana.

 
Suasana saat memikul omikoshi

 
Dagashi 

Bagaimana ? Sangat menarik bukan? Tentunya pasti akan membuat kita jadi ingin ke Jepang untuk menikmati indahnya suasana saat musim gugur dan perayaan-perayaan yang diselenggarakan di sana.
 

festival musim semi

By : reitza haikal

Festival “Setsubun”

Setsubun adalah nama perayaan sekaligus istilah yang digunakan di Jepang untuk hari sebelum hari pertama setiap musim. Dalam satu tahun terdapat 4 kali hari pertama setiap musim: risshun, rikka, rishū, dan rittō. Istilah “setsubun” sekarang hanya digunakan untuk menyebut hari sebelum risshun (hari pertama musim semi) sekitar tanggal 3 Februari, sedangkan hari-hari setsubun yang lain sudah terlupakan.
Kebiasaan-kebiasaan yang sering di lakukan pada saat “Setsubun”

Melempar kacang

Pada saat setsubun melempar kacang adalah hal yang biasa.Kacang yang di gunakan adalah kacang kedelai yang sudah disangrai matang.Kemudian kacang tersebut di lemparkan kepada para pemain “oni”atau setan.Kacang ang di lempar jumlahny haruslah sama dengan usia yang di lempar atau oniTradisi melempar kacang melambangkan keinginan bebas dari penyakit dan selalu sehat sepanjang tahun.

Makan sushi

Tak hanya mlempar kacang tetapi saat perayaan Setsubun masyarakat Jepang juga memakan sushi.Sushi dimakan tanpa berhenti sambil menghadap ke arah mata angin tempat bersemayam dewa keberuntungan untuk tahun tersebut. Sushi dipegang dengan kedua belah tangan dan orang yang sedang makan dilarang berbicara sampai sushi habis dimakan.



“Hinamatsuri” (part 2)

Hinamatsuri atau festival boneka adalah di selenggarakan pada tanggal 3 maret. Pada hari ini,para keluarga berdoa untuk anak gadis mereka sukses dan bahagia.Pada hari ini boneka-boneka di pertunjukkan di rumah bersama dengan pohon maupun buah pir.Boneka pada perayaan ini memakai pakaian yang di percaya dapat memindah kesialan ke boneka tersebut dan lalu terkurung selamanya     di dalam boneka.Pada perayaan ini,biasanya masyarakat Jepang meminum sake dan sushi chirashi.


“White Day”

Bagi para pria,sudahkah kalian menerima coklat????
jika iya,maka ini adalah saatnya kalian harus membalas coklat yang di berikan kepada kalian,yaitu dengan membalas coklat tersebut
Seperti di Jepang,terdapat hari di mana semua laki-laki baik tua maupun muda di Jepang membalas coklat yang telah di berikan kepada mereka.Hari itu adalah “White Day”
White Day atau yang dalam bahasa Indonesia Hari Putih adalah hari memberi hadiah untuk wanita yang telah memberinya coklat maupun tidak.Hari ini jatuh pada tanggal 14 Maret.
Tidak seperti valentine’s day,perayaan ini berasal dari Jepang dan bukan tradisi Eropa atau Amerika.Biasanya para lelaki Jepang memberi hadiah berupa marshmallow atau permen kemudian hadiah itu di berikan sebagai balasan atas hadiah cokelat yang diterima pria sebulan sebelumnya di Hari Valentine.Hadiah tersebut berkembang dari zaman ke zaman,seperti pada zaman sekarang,hadiah yang diberikan untuk wanita dapat berupa bunga, saputangan, perhiasan, atau barang-barang lain yang disukai wanita.
Paerayaan ini pertama kali dirayakan tahun 1980 di Jepang, perayaan ini sekarang juga dirayakan di negara Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia. Perayaan Hari Putih berawal dari strategi koperasi produsen permen Jepang yang ingin meningkatkan penjualan permen. Bahan baku permen adalah gula yang berwarna putih sehingga disebut Hari Putih. Ide perayaan diambil dari “Hari Marshmallow” yang merupakan acara promosi kue marshmallow Tsuru no ko yang diadakan toko kue di kota Fukuoka.
    

“Hanami (Ohanami)”

Pada saat musim semi di Jepang ketika semua bunga-bunga semua bermekaran ada 1 acara yang sangat di nanti oleh masyarakat Jepang yaitu Hanami atau ohanami yang jika di artikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah “melihat bunga”.Hanami adalah tradisi masyarakat Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.
Pohon sakura mekar di Jepang dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido).Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.


 

Festival “Aoi Matsuri”

Aoi Matsuri (葵祭?) adalah festival musim semi yang dilangsungkan setahun sekali pada bulan Mei di Kyoto, Jepang. Puncak perayaan adalah prosesi Rotō no gi (upacara di jalan) yang berlangsung 15 Mei di dalam kota Kyoto.
Prosesi Rotō no gi merupakan iring-iringan pejabat istana yang menuju Kuil Shimogamo dan Kuil Kamigamo untuk membawa pesan dan persembahan dari kaisar. Para peserta prosesi festival ini mengenakan pakaian berwarna-warni seperti dikenakan kalangan bangsawan Jepang di zaman Heian. Tak lupa para wanita dan anak-anak peserta iring-iringan memakai rias wajah yang tebal seperti tata rias panggung.
Festival ini dimulai dari Istana Kyoto (Kyoto Gosho) menuju Kuil Kamigamo dengan melewati Kuil Shimogamo. Puncak prosesi adalah barisan wanita pengiring bintang prosesi yang disebut Saiō-dai.Festival ini di akhiri dengan penyerahan persembahan di Kuil Shimogamo dan Kuil Kamigamo.


About these ads

- Copyright © reza avril blog - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -